Insightkaltim.com, **Muara Wahau** – Puncak acara tahunan Lom Plai 2024, Embob Jengea, menghipnotis ribuan pengunjung dari dalam dan luar Kutai Timur (Kutim). Tradisi sakral suku Dayak Wehea ini, yang diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana Lembaga Adat Dayak Wehea, berhasil menarik perhatian dengan ritual dan kegiatan budayanya yang kaya akan makna.
Dihadiri oleh Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya, acara ini menjadi momentum berharga dalam agenda pariwisata nasional, Karisma Event Nusantara.
Ritual Naq Pluq dan beangbit, yang dimulai dari pagi hingga sore, menjadi bagian awal dari serangkaian upacara puncak. Diikuti dengan pembersihan kampung dalam Embos Min, yang diwarnai dengan tarian tradisional seperti Seksiang dan lomba dayung perahu Plaq Saey di sungai, acara ini mempersembahkan kekayaan budaya lokal dengan gemilang.
Puncak acara ditandai dengan Mengsaq Pang Tung Eleang, sebuah ritual simbolis yang menandai kembali masyarakat dari pondok darurat sungai ke kampung. Tidak ketinggalan, Tari Long Diang Yung dan Tarian Hudoq mengakhiri perayaan yang penuh warna ini di Lapangan Sepak Bola Desa Nehas Liah Bing.
Bupati Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud nyata pelestarian kearifan lokal. “Kegiatan ini tidak hanya memperkaya budaya, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui promosi UMKM lokal dan atraksi wisata,” ujarnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menyarankan agar kegiatan seperti ini terus diadakan dengan melibatkan lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk memperluas pengaruh budaya Wehea di kancah internasional.
Acara ini masih akan dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan lanjutan Lom Plai hingga tanggal 24 April 2024, dengan harapan mampu mempertahankan dan memperluas kehadiran budaya suku Dayak Wehea di dunia.(adv/Kutim)





