• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Kamis, Mei 21, 2026
  • Login
Insight Kaltim
  • HOME
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • SEPUTAR KALTIM
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUTIM
    • KUKAR
    • PENAJAM
    • BERAU
    • BONTANG
    • PASER
  • SUSUNAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • HOME
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • SEPUTAR KALTIM
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUTIM
    • KUKAR
    • PENAJAM
    • BERAU
    • BONTANG
    • PASER
  • SUSUNAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Insight Kaltim
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Home KUTIM

Lewat Program GAP, DTPHP Kutim Ingin Pisang Kepok Grecek Jadi Komoditi Andalan Kutim

oleh InsightKaltim
Oktober 2, 2023
di KUTIM
0
Lewat Program GAP, DTPHP Kutim Ingin Pisang Kepok Grecek Jadi Komoditi Andalan Kutim

Kunjungan Bupati Kutim Ardiansyah melihat langsung kebun pisang di Sangkulirang. (Foto/ist)

627
VIEWS
Share on FacebookWhatsappShare on TwitterShare on Line

Insightkaltim.com, SANGATTA– Saat ini pengembangan budidaya pisang Kepok Grecek masih dilakukan secara konvensional. Belum fokus di bawah binaan Perangkat Daerah (PD) terkait. Ditambah lagi proses pemanenan yang masih dilakukan secara manual dan belum adanya pembinaan yang serius hingga pascapanen (produk turunan), menjadikan nilai ekonomi komoditi tanaman ini tak maksimal.

Dengan latar belakang tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kutai Timur (DTPHP Kutim) Dyah Ratnaningrum berupaya memaksimalkan potensi tanaman yang kini menjelma sebagai salah satu komoditi andalan dari Kutim tersebut.

BeritaTerkait

Pangdam VI/Mlw Suntik Semangat Prajurit di Kutim, Tekankan Jiwa Memiliki Satuan

Tak Sekadar Pengajian, Ornitari Tumbuh Jadi Ruang Pemberdayaan dan Solidaritas Umat di Sangatta

Syaiful Bakhri Gaungkan Perang Kreatif Lawan Narkoba: Seni Jalan, UMKM Menggeliat

Melalui program Good Agricultural Practices (GAP) atau praktik pertanian yang baik pada pengembangan pisang Kepok Grecek, Dyah telah menggagas beberapa tahapan program agar pisang jenis ini bisa bernilai ekonomi tinggi dan menyejahterakan para petaninya. Tentunya bakal mendorong Kutim sebagai satu daerah penghasil pisang Kepok Grecek paling maju. Dyah menjelaskan, GAP ini bakal digarap dengan tiga tujuan. Yakni tujuan jangka pendek,jangka menengah dan jangka Panjang.

“Tujuan jangka pendek selama dua bulan, kami (DTPHP Kutim) membuat komitmen dengan stakeholder (petani dan gabungan kelompok tani pisang Kepok Grecek) untuk melakukan budidaya pisang Kepok Grecek, dengan menerapkan Good Agriculture Practices (GAP) dan menetapkan Kawasan atau Kampung Pisang Kepok Grecek Kabupaten Kutai Timur dengan SK (surat keputusan) Bupati Kutim,” jelas Dyah.

Sedangkan untuk tujuan jangka menengah, dilanjutkan dengan membangun sarana prsarana budidaya pisang Kepok Grecek berupa jalan usaha tani (JUT) dan Jaringan irigasi tersier (JIT), alat pascapanen serta alat angkut.Mendukung program ini, selanjutnya juga akan dilaksanakan program-program pembuatan produk-produk olahan pisang Kepok Grecek. Bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kutim. Tak hanya itu, pengaturan indikasi geografis pisang Kepok Grecek dan mendapatkan sertifikat GAP dalam budidayanya juga menjadi target utama yang bakal dikejar.

“Untuk tujuan jangka panjang adalah terwujudnya Kabupaten Kutai Timur sebagai sentra pisang Kepok Grecek nasional yang bersertifikat Good Agriculture Practice (GAP),” tegasnya.

Dyah memaparkan, manfaat dari rencana ini terbagi dua. Manfaat internal bagi PD yaitu meningkatkan kinerja DTPHP melalui kepemimpinan strategis, menyiapkan dokumen rencana kerja (renja) yang lebih fokus untuk bidang hortikultura. Serta memperlancar pelaksanaan program pengembangan pertanian khususnya pisang Kepok Grecek. Sedangkan manfaat eksternal bagi masyarakat dan Stakeholder menyasar pada beberapa item.

Antara lain memperkuat kelembagaan petani atau kelompok tani, meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani.Dyah yang sehari-harinya mengenakan hijab ini yakin, dengan menerapkan GAP yang memiliki standar operasional tertentu, maka sistem budidaya yang dilakukan memberikan banyak manfaat baik terhadap produk yang dihasilkan pekerja. Selain itu pula mampu meminimalisir cemaran terhadap lingkungan sekitar.

“Komitmen dari petani atau kelompok tani sebagai pelaku utama dari budidaya pisang Kepok Grecek ini akan sangat menentukan keberhasilan dari pelaksanaan Good Agriculture Practices,” tutupnya. (adv/kutim)

ShareKirimTweetShare

BeritaTerkait

Pangdam VI/Mlw Suntik Semangat Prajurit di Kutim, Tekankan Jiwa Memiliki Satuan

Pangdam VI/Mlw Suntik Semangat Prajurit di Kutim, Tekankan Jiwa Memiliki Satuan

oleh InsightKaltim
Mei 11, 2026
0
618

Insihgtkaltim.com, Kutai Timur — Pangdam VI/Mulawarman, Krido Pramono, melakukan kunjungan kerja ke Markas Komando Brigif TP 32/Mkl dan Yonif TP...

Tak Sekadar Pengajian, Ornitari Tumbuh Jadi Ruang Pemberdayaan dan Solidaritas Umat di Sangatta

Tak Sekadar Pengajian, Ornitari Tumbuh Jadi Ruang Pemberdayaan dan Solidaritas Umat di Sangatta

oleh InsightKaltim
Januari 28, 2026
0
659

Insightkaltim.com, Sangatta – Majelis taklim Organisasi Wanita Mandiri (Ornitari) kian menunjukkan peran strategisnya sebagai ruang pembinaan umat yang inklusif. Tak...

Syaiful Bakhri Gaungkan Perang Kreatif Lawan Narkoba: Seni Jalan, UMKM Menggeliat

Syaiful Bakhri Gaungkan Perang Kreatif Lawan Narkoba: Seni Jalan, UMKM Menggeliat

oleh InsightKaltim
November 30, 2025
0
627

Insightkaltim.com, Bengalon — Kecamatan Bengalon kembali menunjukkan bahwa perang melawan narkoba tidak harus berlangsung kaku dan menegangkan. Lewat panggung musik,...

DP3A Kutim Perkuat Gerakan Perlindungan Anak

DP3A Kutim Perkuat Gerakan Perlindungan Anak

oleh InsightKaltim
November 26, 2025
0
631

Insightkaltim.com, KUTAI TIMUR — Upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kutai Timur terus digenjot. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan...

  • Beasiswa Kaltim Tuntas Dibuka Februari 2023, Pemprov Siapkan Kuota 40.000 Penerima

    Beasiswa Kaltim Tuntas Dibuka Februari 2023, Pemprov Siapkan Kuota 40.000 Penerima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Open Karate Tournament Piala Panglima TNI 2025 Siap Digelar di Balikpapan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Inspiratif dan Dedikasi Perjuangan Bang Midun, Menjadi Pelayan Masyarakat hingga Panggung Politik 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa ITK Gelar Aksi “JAWARA HMIF 2025”, Gerakan Bersih Pantai Demi Warna Alam yang Tetap Terjaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber Alumni SMA 6 Angkatan 2001 Jadi Ajang Silaturahmi 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI

Copyright © 2020 Insight Kaltim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • HOME
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • CATATAN & OPINI
  • FILM
  • KULINER
  • PARIWISATA
  • SEPUTAR KALTIM
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUTIM
    • KUKAR
    • PENAJAM
    • BERAU
    • BONTANG
    • PASER
  • SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • Homepage

Copyright © 2020 Insight Kaltim.