Insightkaltim.com, NUNUKAN – Upaya penyelundupan barang ilegal kembali terbongkar di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Personel Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/Satria Lembuswana bersama Tim 16/Sebatik dari unsur intelijen TNI berhasil mengamankan lima ball karpet asal Malaysia yang diduga hendak diselundupkan melalui jalur tidak resmi di Sebatik.
Pengungkapan ini bermula dari patroli rutin yang digelar di titik-titik rawan perlintasan ilegal di kawasan Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Jumat (27/3/2026) sore. Sekitar pukul 17.50 WITA, petugas menemukan sejumlah barang mencurigakan yang ditinggalkan di sekitar garis patok perbatasan.
Setelah dilakukan pengecekan, barang tersebut dipastikan berupa karpet impor asal Malaysia tanpa dokumen resmi dan tidak diketahui pemiliknya. Aparat pun segera mengamankan seluruh barang sebagai barang bukti untuk mencegah potensi pelanggaran hukum lebih lanjut.
Koordinasi cepat dilakukan antara tim di lapangan dengan Satgas Pamtas Yonkav 13/SL guna menentukan langkah penanganan sesuai prosedur. Selanjutnya, barang bukti dibawa ke pos pengamanan sebelum diserahkan kepada pihak Bea Cukai untuk proses hukum lanjutan.
Pada malam harinya, seluruh karpet ilegal tersebut resmi dilimpahkan ke Pos Bantu Bea Cukai Sebatik. Penyerahan berlangsung tertib dan menjadi bagian dari komitmen penegakan hukum di wilayah perbatasan.
Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, menegaskan bahwa keberhasilan ini mencerminkan kesiapan dan profesionalisme aparat dalam menjaga kedaulatan negara. Ia juga memastikan setiap bentuk pelanggaran di wilayah perbatasan akan ditindak tegas melalui kerja sama lintas instansi.
“Pengawasan akan terus ditingkatkan, terutama di jalur-jalur rawan yang kerap dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal,” tegasnya.
Keberhasilan penggagalan ini sekaligus menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan celah di perbatasan. Aparat berharap masyarakat turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan tidak terlibat dalam praktik penyelundupan.
Dengan penguatan sinergi antara TNI dan instansi terkait, wilayah perbatasan diharapkan tetap aman, terkendali, dan bebas dari aktivitas ilegal.(dam)





