Insightkaltim.com, Samarinda – Prestasi emas perdana cabang olahraga kriket Kalimantan Timur pada PON 2024 menjadi penanda penting bahwa pembinaan olahraga tidak bisa dibangun secara instan. Di balik capaian tersebut, terdapat proses panjang dan kesinambungan program yang dijalankan secara konsisten dari satu periode ke periode berikutnya.
Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kaltim, H. Ismail, menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih kriket Kaltim merupakan buah dari perencanaan matang dan fondasi kuat yang telah dibangun sejak kepengurusan sebelumnya. Menurutnya, kesinambungan pembinaan menjadi kunci utama lahirnya prestasi.
“Prestasi tidak datang tiba-tiba. Ada proses panjang dan keberlanjutan program yang harus dijaga. Apa yang kami raih sekarang adalah hasil kerja bersama dari banyak periode,” ujar Ismail.
Prinsip keberlanjutan tersebut, lanjut Ismail, juga menjadi harapan PCI Kaltim terhadap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim menjelang berakhirnya masa kepengurusan saat ini. Ia menilai, ke depan KONI membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya memahami dunia olahraga, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dalam mengelola organisasi dan sumber daya.
Ismail menyebut, sosok Ketua KONI Kaltim saat ini, Rusdiansyah Aras, masih dinilai layak untuk kembali melanjutkan kepemimpinan. Selain regulasi AD/ART yang memungkinkan seorang ketua menjabat dua periode, ia melihat kinerja dan arah kebijakan yang dijalankan sejauh ini berjalan pada jalur yang tepat.
“Kami di PCI menilai ketua umum sekarang masih pantas untuk memimpin empat tahun ke depan,” tegas Ismail, didampingi Ketua Harian PCI Kaltim, Andi Iriyadi.
Menurutnya, KONI Kaltim di bawah kepemimpinan Rusdiansyah Aras memiliki visi dan misi yang jelas dalam memajukan prestasi olahraga Benua Etam. Hal tersebut tercermin dalam paparan pada Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim, di mana telah disusun peta jalan pembinaan yang realistis dan adaptif terhadap kondisi terkini, termasuk tantangan keterbatasan anggaran.
“Dari situ terlihat bahwa beliau memiliki arah yang jelas dan memahami kondisi riil olahraga Kaltim saat ini. Itu penting untuk menjaga prestasi tetap berjalan,” ungkapnya.
Terkait adanya pernyataan Ketua KONI Kaltim yang menyampaikan kemungkinan tidak maju kembali, Ismail menyatakan menghormati keputusan tersebut. Namun demikian, ia menekankan bahwa kesinambungan kepemimpinan menjadi faktor krusial, terutama menjelang agenda besar olahraga daerah seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Kami berharap ada keberlanjutan. Apalagi ke depan kita akan menghadapi Porprov, akan lebih baik jika program yang sudah berjalan dapat dilanjutkan,” pungkasnya.(yas)





