Insightkaltim.com, Penajam – Usai perayaan Idulfitri 1446 Hijriah, Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) langsung bergerak cepat memastikan layanan kesehatan di seluruh wilayah berjalan optimal. Fokus utama diarahkan pada pemulihan layanan rutin dan antisipasi peningkatan kasus penyakit musiman yang berpotensi muncul pasca-libur panjang.
Kepala Dinas Kesehatan PPU, Jansje Grace Makisurat, menyampaikan bahwa seluruh Puskesmas telah kembali beroperasi penuh sejak hari pertama kerja setelah cuti bersama. Petugas kesehatan diinstruksikan untuk siaga melayani masyarakat, terutama dalam menghadapi lonjakan kasus penyakit tertentu yang kerap muncul usai Lebaran.
“Kami memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan berjalan normal. Fokus kami sekarang adalah pemulihan layanan yang sempat tertunda selama libur dan kesiapsiagaan terhadap penyakit seperti ISPA, diare, dan potensi lonjakan kasus malaria,” ujar Jansje.
Antisipasi Penyakit Musiman dan Penguatan Layanan Dasar
Dinas Kesehatan PPU mencermati bahwa pola konsumsi tidak teratur selama liburan, mobilitas masyarakat yang tinggi, dan perubahan cuaca turut meningkatkan risiko penyakit musiman. Untuk itu, pengawasan dan penanganan dini terhadap gejala penyakit akan diperkuat di tingkat Puskesmas dan Posyandu.
Selain penanganan penyakit infeksi, Dinkes juga mengintensifkan kembali Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu. Program ini menjadi upaya preventif sekaligus bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan usia harapan hidup di Kabupaten PPU.
“Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan program PKG. Ini menjadi instrumen penting untuk deteksi dini berbagai penyakit dan menjaga kualitas hidup masyarakat,” jelas Jansje.
Cegah Malaria di Kawasan IKN dan Wilayah Endemis
Salah satu fokus prioritas lain adalah pengendalian malaria, khususnya di wilayah Kecamatan Sepaku yang menjadi lokasi strategis pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam upaya pencegahan, Dinas Kesehatan telah menyalurkan 140.000 kelambu berinsektisida pada Februari 2025. Langkah ini difokuskan pada area padat pekerja konstruksi dan komunitas sekitar yang rentan tertular.
“Pencegahan malaria menjadi penting, bukan hanya untuk kesehatan masyarakat, tapi juga mendukung ekosistem kerja pembangunan IKN. Kita tidak ingin proyek strategis terganggu karena faktor kesehatan,” tegas Jansje.
Kelambu yang dibagikan merupakan jenis Long-Lasting Insecticidal Nets (LLINs) yang efektif menangkal nyamuk pembawa parasit malaria hingga tiga tahun pemakaian.
Komitmen Jangka Panjang: Kesehatan sebagai Pilar Pembangunan
Jansje menekankan bahwa pelayanan kesehatan yang tanggap dan berkualitas merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang produktif. Seiring dengan pesatnya pembangunan di Kabupaten PPU, pihaknya juga berkomitmen meningkatkan infrastruktur kesehatan dan kualitas SDM tenaga medis.
“Kesehatan bukan hanya urusan rumah sakit atau Puskesmas. Ini tentang ketahanan daerah. Jika masyarakat sehat, ekonomi tumbuh, pendidikan berjalan, dan pembangunan tidak terganggu,” pungkasnya.
Tentang Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara
Dinas Kesehatan Kabupaten PPU adalah instansi yang bertanggung jawab dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kebijakan di bidang kesehatan. Visi utama Dinas adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.(adv/kominfoppu)





