Insightkaltim.com, Penajam – Menjelang perayaan Idul Fitri 1446 H, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara mengeluarkan kebijakan baru terkait jadwal pengambilan sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Safwana, dalam wawancara eksklusif dengan wartawan pada Selasa, 19 Maret 2025, menjelaskan berbagai langkah yang telah diambil untuk mengatasi lonjakan volume sampah yang sering terjadi menjelang dan selama perayaan hari raya.
Jadwal Pengambilan Sampah Dua Kali Sehari
Dalam rangka menyambut perayaan Idul Fitri, DLH Penajam Paser Utara telah menyesuaikan jadwal pengambilan sampah. Safwana menyampaikan, pada 30 Maret 2025 (H-1), pihaknya akan melakukan dua kali pengambilan sampah, yaitu pada pagi dan malam hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebersihan lingkungan pada malam hari menjelang Idul Fitri, serta pada pagi hari setelah warga merayakan sholat Id.
“Pada 31 Maret 2025, bertepatan dengan perayaan Idul Fitri, pengambilan sampah akan dilakukan pada malam hari, mengingat sebagian besar petugas kami juga turut merayakan Idul Fitri dan melaksanakan sholat Id di pagi hari,” ujar Safwana.
Surat Edaran dan Sosialisasi ke Masyarakat
Untuk memastikan informasi ini sampai kepada masyarakat, DLH Penajam Paser Utara akan menerbitkan surat edaran yang berisi jadwal pengambilan sampah selama libur Idul Fitri. Selain itu, pengumuman juga akan disebarluaskan melalui media sosial agar masyarakat dapat mempersiapkan pengelolaan sampah dengan baik.
Koordinasi dengan Instansi Terkait
Dalam menghadapi lonjakan volume sampah, DLH juga akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Pariwisata, untuk mengatasi peningkatan sampah di lokasi-lokasi wisata yang ada di Penajam Paser Utara. Selain itu, pihak kecamatan juga dilibatkan dalam koordinasi untuk menjaga kebersihan di seluruh wilayah kabupaten.
Kenaikan Volume Sampah di Beberapa Wilayah
Safwana menjelaskan bahwa terdapat lonjakan volume sampah yang cukup signifikan selama bulan Ramadhan, terutama di beberapa wilayah. Di wilayah Sepaku, yang merupakan kawasan Ibu Kota Negara (IKN), volume sampah tercatat mencapai 13,4 ton per hari. Sementara itu, di wilayah Penajam, volume sampah bisa mencapai 50 hingga 60 ton per hari. Bahkan, selama bulan Ramadhan ini, angka tersebut meningkat menjadi 62 hingga 65 ton per hari.
“Meskipun ada kenaikan volume sampah, kami tetap menjaga kinerja yang optimal. Daerah dengan volume sampah terbanyak adalah Pasar Petung dan Pasar Babulu, namun petugas kami tetap bekerja keras hingga sore hari untuk membersihkan sampah-sampah tersebut,” tambah Safwana.
TPS dan Kontainer Sampah di Pasar-pasar
Terkait fasilitas pengelolaan sampah, DLH Penajam Paser Utara memiliki sekitar 167 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang tersebar di seluruh kabupaten. Untuk pasar-pasar besar seperti Pasar Petung, Pasar Penajam, dan Pasar Babulu, pihak DLH menyediakan kontainer khusus untuk pembuangan sampah. Rencananya, pasar lainnya, termasuk Pasar Waru, juga akan dilengkapi dengan kontainer serupa.
“Kami juga merencanakan agar seluruh pasar di Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki kontainer untuk pembuangan sampah, guna mempermudah pengelolaan sampah di wilayah-wilayah tersebut,” ujarnya.
Cuti Bersama dan Persiapan Penghargaan Adipura
Menanggapi pertanyaan terkait cuti bersama hari libur nasional, Safwana menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah daerah. Namun, ia menekankan pentingnya upaya keras dari seluruh jajaran DLH agar Kabupaten Penajam Paser Utara dapat meraih penghargaan Adipura, yang menjadi salah satu target utama mereka.
“Kami berharap seluruh petugas DLH dapat bekerja dengan baik agar kabupaten ini dapat mempertahankan kebersihan dan mendapatkan penghargaan Adipura dari pemerintah pusat,” tutup Safwana.
Dengan berbagai langkah tersebut, DLH Penajam Paser Utara berharap dapat mengatasi tantangan pengelolaan sampah selama perayaan Idul Fitri dan menjaga kebersihan kota agar tetap optimal.(adv/kominfoppu)





