Insightkaltim.com, Penajam – Ramadhan Fest dalam rangka memperingati ulang tahun ke-23 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berlangsung meriah, dengan diikuti oleh 260 stan dari berbagai kategori, termasuk kuliner, pakaian, dan produk UMKM lokal. Acara ini tidak hanya sebagai ajang perayaan, tetapi juga sebagai platform untuk mempromosikan produk lokal dan memberdayakan masyarakat setempat.
Salah satu stan yang berhasil menarik perhatian pengunjung adalah stan UMKM dari Kelurahan Waru, yang memamerkan berbagai produk olahan jamur tiram. Dikelola oleh Kelompok Wanita Tani, stan ini menyuguhkan inovasi olahan jamur tiram, di antaranya stik jamur, jamur Krispy, dan kebab jamur, yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
Inovasi Produk Olahan Jamur Tiram
Nisem dan Astuti, perwakilan dari Kelurahan Waru, menjelaskan bahwa jamur tiram ditanam dengan menggunakan media serbuk kayu, bekatul, dan kapur, yang menciptakan kondisi ideal untuk pertumbuhannya. Tanaman jamur tiram membutuhkan suhu lembab dan harus disiram dua hingga tiga kali sehari, terutama saat cuaca panas.
“Media tanam kami menggunakan serbuk kayu, bekatul, dan kapur. Kami menjaga kelembaban dengan menyiram jamur ini dua hingga tiga kali sehari, terutama saat cuaca panas,” ungkap Nisem.
Harga dan Potensi Pasar Jamur Tira
Di stan ini, jamur tiram segar dijual dengan harga Rp 50.000 per kilogram. Pembeli yang membeli langsung dari pohon dapat memperoleh harga lebih murah, yaitu Rp 40.000 per kilogram. Selain itu, produk olahan jamur tiram juga tersedia dengan harga yang terjangkau, seperti jamur Krispy seharga Rp 20.000 per kemasan (100 gram) dan stik jamur dengan harga Rp 15.000 per kemasan (100 gram).
Mendorong Pengembangan UMKM Lokal
Stan Kelurahan Waru tidak hanya menarik perhatian karena inovasi produk berbasis pertanian, tetapi juga menunjukkan potensi besar UMKM lokal dalam mengembangkan produk yang berkualitas. Kegiatan seperti Ramadhan Fest memberikan peluang bagi masyarakat setempat untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam mengembangkan ekonomi lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada.
Dengan semaraknya festival ini, diharapkan para pelaku UMKM, khususnya di sektor pertanian, dapat terus berkembang dan menginspirasi warga untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk-produk unggulan yang dapat meningkatkan perekonomian daerah.(adv/kominfoppu)





