• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Senin, Mei 11, 2026
  • Login
Insight Kaltim
  • HOME
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • SEPUTAR KALTIM
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUTIM
    • KUKAR
    • PENAJAM
    • BERAU
    • BONTANG
    • PASER
  • SUSUNAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • HOME
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • SEPUTAR KALTIM
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUTIM
    • KUKAR
    • PENAJAM
    • BERAU
    • BONTANG
    • PASER
  • SUSUNAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Insight Kaltim
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Home OLAHRAGA

Sembilan Negara Ini Pernah Disanksi FIFA, Apakah Indonesia Terancam Lagi!

oleh InsightKaltim
Maret 30, 2023
di OLAHRAGA
0
Sembilan Negara Ini Pernah Disanksi FIFA, Apakah Indonesia Terancam Lagi!

Presiden badan sepak bola dunia FIFA, Gianni Infantino (kanan) menyerahkan baju kepada Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) usai memberikan keterangan pers hasil pertemuan mereka di Istana Merdeka di Jakarta, Indonesia, Selasa (18/10/2022).

624
VIEWS
Share on FacebookWhatsappShare on TwitterShare on Line

Insightkaltim.com, Nasional – Indonesia seharusnya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun ini, tetapi penolakan terhadap Timnas Israel oleh beberapa pihak membuat perlehatan tersebut batal.

FIFA secara resmi memutuskan mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Keputusan itu disampaikan FIFA melalui situs resminya, Rabu (29/3/2023).

BeritaTerkait

Piala Pangdam Mulawarma 2026 Resmi Bergulir, Jadi Arena Pembinaan Talenta Muda Kaltim–Kaltara

Garuda Muda Tersungkur di Indomilk Arena, China U-17 Beri Pelajaran Mahal

Emas PON Jadi Bukti Program Berjalan, PCI Kaltim Dorong Keberlanjutan Kepemimpinan KONI

“Tuan rumah baru akan diumumkan sesegera mungkin dengan tanggal turnamen saat ini tidak berubah,” tulis FIFA. Seperti diketahui, turnamen itu dijadwalkan berlangsung Sabtu (20/5/2023) hingga Minggu (11/6/2023).

FIFA pun menyampaikan ada potensi sanksi yang akan dijatuhkan kepada PSSI. Banyak pihak menilai sanksi yang akan dijatuhkan ke Indonesia lebih berat ketimbang 2015 lalu.

Tim nasional jarang sekali dicabut FIFA untuk berpartisipasi dalam piala dunia. Sebelumnya, dunia sepakbola digemparkan dengan keputusan larangan Rusia untuk mengikuti kompetisi, termasuk turnamen di Qatar.

Rusia disingkirkan dalam komunitas international, akibat peperangannya dengan Ukraina, hingga termasuk dalam lingkup olahraga sepak bola.

Mauricio Borrero, Profesor Sejarah Sepakbola menyatakan, “Ini adalah salah satu dari sedikit kasus terkait pelarangan suatu negara disebabkan oleh aksi politik.” Tim nasional lebih sering mendapat larangan dari FIFA disebabkan oleh asosiasi sepak bolanya.

Beberapa negara juga pernah kena sanksi FIFA. Selain Indonesia, ada sembilan negara lainnya kena sanksi oleh FIFA yang disebabkan faktor politik ataupun lainnya sebagimana dirilis oleh Time.

Russia

FIFA dan UEFA mencabut izin seluruh klub sepak bola Rusia dan tim nasional negaranya, akibat dari peperangan yang terjadi melawan Ukraina. Tekanan diberikan dari berbagai negara Eropa, seperti Inggris, Polandia, dan Swedia yang telah menolak untuk bertanding melawan Rusia.

Tim nasional sepak bola pria Rusia dilarang untuk mengikuti piala dunia, tim nasional Wanita tidak dapat bermain di Euro 2022, dan klub sepak bola Spartak Moscow tidak dapat berkompetisi di Europe League.

Indonesia

Tahun 2015, FIFA menduga ada intervensi pihak ketiga dalam asosiasi sepak bola lokal Indonesia oleh Pemerintah. Walaupun larangan tersebut akhirnya dicabut, timnas Indonesia tidak dapat berlaga dalam kualifikasi piala dunia 2018 dan Piala Asia 2019.

Kenya and Zimbabwe

Biasanya, negara-negara terkena sanksi akibat campur tangan pemerintah atau adanya gangguan dari federasi sepak bola negaranya. Kenya dan Zimbabwe baru saja mengalami kasus serupa.

Menteri olahraga Kenya menutup federasi sepak bolanya setelah menemukan penyalahgunaan dana. Sedangkan, Asosiasi sepak bola Zimbabwe mendapat larangan dari pemerintahan, karena tertangkap melakukan penipuan dan kekerasan seksual pada wasit wanita.

Afrika Selatan

FIFA melarang Afrika Selatan tahun 1961 akibat dari seruan gerakan anti-apartheid. Aturan saat itu masih melarang tim olahraga memiliki pemain dengan ras campuran dan mewajibkan negara asing yang berkompetisi di Afrika Selatan untuk mengirimkan tim serba putih.

Afrika Selatan juga mendapat skors dari olahraga lainnya, seperti olimpiade, kriket internasilnal, dan piala davis (kekejuaraan tenis).

Tahun 1990, FIFA memulihkan keanggotaan Afrika Selatan dan mendapat kesempatan menjadi tuan rumah turnamen tersebut tahun 2010.

Yugoslavia

FIFA dan UEFA melarang Yugoslavia bermain pada turnamen Eropa 1992 dan piala dunia 1994, akibat sanksi PBB. Tekanan tersebut diberikan akibat agresi pemerintah yang didominasi Serbia di Balkan terhadap Republik Bosnia Herzegovina.

Chile

Chili tidak dapat tampil dalam kualifikasi piala dunia tahun 1994 yang diadakan di Amerika Serikat. Kasus ini disebabkan oleh drama dalam piala dunia 1990 terkait perebutan posisi dengan rivalnya, Brazil.

Penjaga gawang Chile, Roberto Rojas mendapat lemparan flare dari Brazil, ketika Brazil unggul 1-0 saat waktu tersisa 20 menit. Saat itu, menang atau kalah tetap mengamankan posisi Brazil dalam piala dunia.

Rojas terlihat berlumur darah dan pertandingan di berhentikan. Sebuah foto mengungkap bahwa luka tersebut disebabkan oleh pisau di sarung tangannya, bukan lemparan flare.

Kuwait

Pada 2016, Kuwait terpaksa kehilangan kesempatan bertanding melawan Myanmar dalam kualifikasi piala dunia 2018. FIFA mencabut hak bertanding Kuwait akibat tuduhan intervensi pemerintah dalam asosiasi sepak bola Kuwait. Larangan bertanding Kuwait berlangsung lebih dari dua tahun.

Meksiko

FIFA memberikan larangan pada Mexico untuk bermain dalam piala dunia 1990 di Itali, karena terdapat empat pemain melebihi usia dalam kualifikasi piala dunia kelompok umur tahun 1989.

Myanmar

Tahun 2011, Supporter Myanmar melakukan kekerasan dalam laga kualifikasi Asia melawan Oman. Mereka melepar batu dan botol kaca ke arah wasit, pemain, dan pelatih tim tamu. Pemain Oman kabur mengamankan diri di ruang ganti, saat Oman unggul 2-0.

FIFA memutuskan kemenangan Oman, sehingga Myanmar tidak lolos kualifikasi piala dunia 2014. Tim Myanmar juga mendapat sanksi untuk berlaga pada turnamen 2018, namun larangan tersebut dicabut seiring banding dilaksanakan. (cbn/)

 

ShareKirimTweetShare

BeritaTerkait

Piala Pangdam Mulawarma 2026 Resmi Bergulir, Jadi Arena Pembinaan Talenta Muda Kaltim–Kaltara

Piala Pangdam Mulawarma 2026 Resmi Bergulir, Jadi Arena Pembinaan Talenta Muda Kaltim–Kaltara

oleh InsightKaltim
Mei 4, 2026
0
618

Insightkaltim.com, Balikpapan – kembali menginisiasi langkah strategis dalam membina generasi muda melalui pembukaan resmi ajang “Piala Pangdam 2026”. Kegiatan ini...

Garuda Muda Tersungkur di Indomilk Arena, China U-17 Beri Pelajaran Mahal

Garuda Muda Tersungkur di Indomilk Arena, China U-17 Beri Pelajaran Mahal

oleh InsightKaltim
Februari 9, 2026
0
649

Insightkaltim.com, Tangerang – Uji coba internasional menjadi malam yang berat bagi Timnas Indonesia U-17. Bermain di hadapan publik sendiri di...

Emas PON Jadi Bukti Program Berjalan, PCI Kaltim Dorong Keberlanjutan Kepemimpinan KONI

Emas PON Jadi Bukti Program Berjalan, PCI Kaltim Dorong Keberlanjutan Kepemimpinan KONI

oleh InsightKaltim
Januari 14, 2026
0
635

Insightkaltim.com, Samarinda – Prestasi emas perdana cabang olahraga kriket Kalimantan Timur pada PON 2024 menjadi penanda penting bahwa pembinaan olahraga...

Timnas Indonesia Kehilangan Empat Pemain Kunci Jelang Laga Melawan Vietnam

Timnas Indonesia Kehilangan Empat Pemain Kunci Jelang Laga Melawan Vietnam

oleh InsightKaltim
Maret 26, 2024
0
629

Insightkaltim.com, Jakarta - Kehadiran Timnas Indonesia dalam pertandingan krusial melawan Vietnam di Hanoi dipertanyakan setelah empat pemain kunci, termasuk Pratama...

  • Beasiswa Kaltim Tuntas Dibuka Februari 2023, Pemprov Siapkan Kuota 40.000 Penerima

    Beasiswa Kaltim Tuntas Dibuka Februari 2023, Pemprov Siapkan Kuota 40.000 Penerima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Open Karate Tournament Piala Panglima TNI 2025 Siap Digelar di Balikpapan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa ITK Gelar Aksi “JAWARA HMIF 2025”, Gerakan Bersih Pantai Demi Warna Alam yang Tetap Terjaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Inspiratif dan Dedikasi Perjuangan Bang Midun, Menjadi Pelayan Masyarakat hingga Panggung Politik 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber Alumni SMA 6 Angkatan 2001 Jadi Ajang Silaturahmi 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI

Copyright © 2020 Insight Kaltim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • HOME
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • CATATAN & OPINI
  • FILM
  • KULINER
  • PARIWISATA
  • SEPUTAR KALTIM
    • SAMARINDA
    • BALIKPAPAN
    • KUTIM
    • KUKAR
    • PENAJAM
    • BERAU
    • BONTANG
    • PASER
  • SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • Homepage

Copyright © 2020 Insight Kaltim.