Insightkaltim.com, PENAJAM– Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (PERINDAGKOP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah menggelar operasi pasar untuk memastikan ketersediaan serta kestabilan harga gas elpiji 3 kg di seluruh wilayah kelurahan. Kepala Disperindagkop PPU Margono Hadi Sutanto mengatakan, tujuan dari operasi pasar ini adalah untuk menjamin pasokan gas yang terjangkau. “Terutama menjelang bulan puasa yang membutuhkan perhatian khusus terkait kebutuhan pokok, ” ujarnya.
Dalam operasi pasar tersebut, harga gas elpiji 3 kg yang ditetapkan oleh Dinas PERINDAGKOP adalah sebesar Rp 20.000 per tabung. Namun, di lapangan, harga yang berlaku di pasaran masih jauh lebih tinggi. Salah satu warga, Rahma, mengungkapkan bahwa harga gas elpiji yang dibelinya masih berkisar antara Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per tabung.
“Biasanya saya membeli gas elpiji 3 kg seharga Rp 40.000, dan sekarang harga sedikit turun menjadi Rp 35.000. Alhamdulillah, stok masih aman,” ujar Rahma. Meskipun ada penurunan harga, dia berharap agar harga gas elpiji dapat turun lebih jauh dan sesuai dengan harga yang ditetapkan dalam operasi pasar.
Harapan yang sama juga disuarakan oleh warga lainnya, yang menginginkan harga gas elpiji 3 kg yang lebih stabil dan terjangkau, terutama dengan adanya dukungan dari Dinas PERINDAGKOP melalui operasi pasar yang digelar serentak di seluruh wilayah. Masyarakat berharap harga jual gas elpiji di pasaran dapat menyesuaikan dengan harga resmi, sehingga beban hidup mereka tidak semakin berat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
Dinas PERINDAGKOP Kabupaten Penajam Paser Utara berkomitmen untuk terus memantau pelaksanaan operasi pasar dan berupaya menjaga kestabilan harga gas elpiji 3 kg, guna memastikan bahwa masyarakat tidak terbebani dengan harga yang tidak wajar.(adv/kominfoppu)




