Insightkaltim.com, PENAJAM PASER UTARA – Menyambut bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Perindakop) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengintensifkan operasi pasar di empat kecamatan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
Operasi pasar yang dimulai pada Senin (3/3/2025) di Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, berlanjut pada Selasa (4/3/2025) di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru. Kegiatan serupa direncanakan akan dilaksanakan di Kecamatan Babulu dan Kecamatan Sepaku dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Perindakop PPU, Margono, menegaskan bahwa langkah operasi pasar ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap lonjakan harga dan potensi kelangkaan barang menjelang Ramadan dan Idulfitri. “Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang, serta merayakan Idulfitri tanpa khawatir akan ketersediaan bahan pokok,” ujarnya.
Meski demikian, Margono mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti cabai, yang disebabkan oleh gagal panen di beberapa daerah penghasil. “Kami telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menambah pasokan bahan pokok, khususnya bawang merah, dan memastikan ketersediaannya,” jelasnya.
Selain itu, Perindakop PPU juga mengimbau para distributor untuk tidak menimbun barang yang dapat merugikan masyarakat. “Kami akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar. Melalui operasi pasar ini, kami berharap inflasi dapat terkendali dan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” tegas Margono.
Dengan upaya ini, Dinas Perindakop PPU berkomitmen untuk memastikan stabilitas harga dan distribusi bahan pokok terjaga, agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan lancar dan tanpa hambatan.(adv/kominfoppu)





