Insightkaltim.com, PENAJAM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menyambut baik berbagai inovasi di bidang teknologi dan digitalisasi. Utamanyabdalam mengatasi area blank spot yang masih ada di Benuo Taka.
Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi Informatika dan Persandian, Diskominfo PPU, Syafrudin Lamato, mengatakan pemanfaatan teknologi digitalisasi dalam upaya peningkatan kualitas kepada akses layanan telekomunikasi dan jaringan internet akan terus tumbuh di PPU.
“Saya pikir akan tumbuh terus tumbuh dan berkembang untuk ke depannya,” ujar Syafrudin Lamato, mewakili Kepala Diskominfo PPU, Khairudin, saat talkshow melalui podcast bersama Kapefm, membahas Blank Spot di PPU, belum lama ini.
Menurutnya, Diskominfo PPU akan mencoba berbagai cara untuk meningkatkan jangkauan jaringan pada titik-titik yang menjadi area blank spot dan belum dapat tercover lewat pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS).
“Kami berencana juga menggunakan produk-produk digital terbaru, inovasi terbaru, seperti menggunakan satelit Starlink,” katanya.
Ia menerangkan, sejauh inibsudah banyak daerah lain, baik kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) yang menerapkan inovasi dan teknologi canggih tersebut.
“Kabupaten kota lain yang ada di Kaltim sudah banyak yang menggunakan dan kita lihat memang cukup bagus,” ulasnya.
Ia menyebut, Diskominfo PPU selalu memperbaharui informasi terkait inovasi atau teknologi baru. Meskipun sampai saat ini, dengan kondisi yang belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan peningkatan jaringan yang memadai, pihaknya masih berpegangan pada kemampuan dari menara BTS yang ada.
“Kami coba menggunakan menara BTS dengan jaringan yang ada, terus menggunakan satelit. Memang masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya, namun bisa juga dimanfaatkan untuk saling melengkapi,” tuturnya.
Menurutnya kedua pilihan itu memiliki dampak yang berbeda. Misalnya jika dilihat dari segi anggaran yang disiapkan.
“Kalau menurut pengalaman saya sendiri, saya melihat atau tim kami sudah survei dan sudah lakukan uji coba. Memang lebih optimal menggunakan satelit,” ungkapnya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi canggih menggunakan layanan berbasis pada satelit sangat cocok diterapkan di PPU yang memiliki peta geografis yang unik.
“Ruang kita atau wilayah kita memang masih banyak berbukit dan lembah,” katanya.
Namun ia kembali mengingatkan bahwa pilihan pemanfaatan teknologi juga harus memperhitungkan aspek ketersediaan sarana dan prasarana pendukung serta melihat anggaran yang tersedia.(adv/kominfoppu)





