Insightkaltim.com, PENAJAM – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), memperkirakan kenaikan kebutuhan pasokan barang pangan, jelang hari raya keagamaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.
Analis Ketahanan Pangan DKP PPU Saiful Anam, memprediksi kenaikan kebutuhan barang pangan sekitar 14 sampai 25 persen, dari stok barang pangan pada waktu-waktu normal. “Kami merujuk pada hari raya Idul Adha tahun 2024. Ada kecendrungan peningkatan kebutuhan bahan pangan yang sama antara dua hari keagaman tersebut,” ujar Saiful Anam, ditemui di Kantor DKP PPU, Kelurahan Petung, Rabu (20/11).
Ia mengurai beberapa komoditas yang mengalami biasanya mengalami peningkatan, misalnya telur yang meningkat sampai sekitar 25 persen. Sebab komoditas tersebut dibutuhkan untuk memenuhi produksi olahan pangan seperti kue kering dan lain sebagainya. Masih merujuk pada analisa data Idul Adha 2024, maka ada kemungkinan kenaikan pasokan daging sapi sekitar 14 persen dan daging ayam sampai beberapa belas persen.
Lebih jauh, Saiful Anam menjelaskan bahwa DKP terus melakukan pemantauan pasokan bahan pangan daerah menjelang akhir tahun, dilanjutkan dengan mempersiapkan langkah-langkah antisipasi pemenuhan kebutuhan pangan daerah. “Minimal pada H-7, di situlah seandainya ada langkah-langkah kegiatan yang harus kita lakukan. Karena kita ini sebagai pelaksana terkait pangan, kita harus menggandeng teman-teman pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag),” ungkapnya.
Ia menyebut DKP selalu bersinergi dengan berbagai instansi terkait, baik KUKM Perindag maupun dari pihak kepolisian, dalam pemenuhan kebutuhan pangan pada momen tertentu, seperti Nataru. “Bedanya kalau KUKM Perindag menggunakan istilah pasar murah, maka kita pangan murah,” ucapnya.
Menurutnya hal yang tidak kalah penting adalah upaya pemerintah daerah melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memonitoring stok bahan pangan, baik di tingkat distributor maupun di toko-toko besar. “Demikian juga monitoribg terhadap harga bahan pokok. Seandainya ada sesuatu yang tidak normal, maka harus ditelusuri atau apakah mungkin karena suplai barang yang minim atau ada kendala lainnya. Misalnya stok melimpah sedangkan kebutuhan masyarakat stagnan,” urainya.
Ia turut menyampaikan, telah membangun komunikasi dengan Bulog yang saat ini tengah menyiapkan beberapa jenis barang pangan. Selain beras, ada minyak goreng dan gula.
“Tidak memungkinkan akan menyiapkan stok daging juga,” katanya.
Menurut dia, kunci keberhasilan dalam menjaga ketersediaan stok barang pangan adalah komunikasi dan sinergi antar SKPD dan lembaga terkait. Lebih jauh, Saiful Anam menjelaskan pemenuhan kebutuhan stok barang pangan dapat terpenuhi melalui dua pendekatan. Yakni distribusi bahan pangan dari luar daerah dan produksi bahan pangan lokal. “Ada ketergantungan barang-barang dari luar daerah, yang penting bagaimana kita melakukan pengawasan. Makanya laporan mingguan kami selalu diminta oleh rekan-rekan Polres PPU. Ini juga mekanisme untuk membangun pengawasan seandainya ada persaingan yang kurang sehat kita akan bergerak bersama-sama di lapangan,” tuturnya.(adv/kominfoppu)





