Insightkaltim.com, Penajam, Kaltim – Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin, meresmikan Festival Tanjong Penajo tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang pertama kali digelar di Benuo Taka. Acara ini diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Kaltim dan berlangsung di Rumah Adat Rekan Tatau, Nipah-nipah Km 9, Kecamatan Penajam, pada Senin (28/10/2024).
Festival ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Festival Nondoi Belian Adat Paser dan akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari 29 hingga 31 Oktober 2024.
Dalam sambutannya, Zainal Arifin menyampaikan bahwa festival ini merupakan upaya nyata dari pemerintah daerah untuk menjaga dan melestarikan identitas budaya masyarakat PPU, khususnya Kalimantan Timur. Festival Tanjong Penajo diharapkan dapat menggali kembali akar budaya, tradisi, dan kearifan lokal di tengah derasnya arus modernisasi, serta menjadi warisan yang dapat diteruskan dari generasi ke generasi.
“Oleh karena itu, Festival Tanjong Penajo bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi wadah yang penting untuk memperkuat kebanggaan dan rasa memiliki terhadap adat istiadat daerah kita,” kata Zainal Arifin. Ia juga berharap festival ini dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, serta dapat menggerakkan perekonomian daerah.
Zainal Arifin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama agar festival ini dapat berlangsung terus-menerus dan menjadi kebanggaan bagi Kabupaten PPU. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi bentuk syukur terhadap kekayaan budaya yang kita miliki, sekaligus sebagai langkah bersama untuk memajukan dan melestarikan budaya di PPU,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PPU, Andi Israwati Latief, menyampaikan bahwa pembukaan festival Tanjong Penajo dimeriahkan dengan tarian kolosal Tanjong Penajo yang dipersembahkan oleh Sanggar Seni Borneo Benuo Taka, binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PPU. Selain itu, festival ini juga menampilkan pemutaran film berjudul Warisan Sang Nenek, yang merupakan karya Bukit Raya Entertainment, rumah produksi yang berbasis di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku.
“Kami dengan bangga mempersembahkan Festival Tanjong Penajo, yang pertama kali diadakan terbuka di tingkat Provinsi, dengan menampilkan tari kreasi tradisional dari pesisir dan pedalaman,” pungkas Andi Israwati. (adv/kominfoppu)





