Insightkaltim.com, Penajam, – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah menyelesaikan proyek revitalisasi ekowisata mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam. Dengan anggaran mencapai Rp2,3 miliar, revitalisasi ini diharapkan dapat memberikan wajah baru bagi objek wisata tersebut dan meningkatkan daya tarik pengunjung.
Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief, menjelaskan bahwa saat ini progres revitalisasi telah mencapai 25% dan diperkirakan selesai pada akhir tahun, dengan target antara bulan November hingga Desember.
“Saat ini progresnya sudah mencapai 25%, dan insya Allah selesai tahun ini, antara November dan Desember,” ungkap Andi, yang akrab disapa, mengungkapkan optimisme terhadap kelancaran proyek tersebut.
Revitalisasi dilakukan secara bertahap, dengan salah satu tahapannya adalah pembangunan blok kiri yang akan terhubung dengan area lainnya. “Pengerjaannya terus berjalan ke blok kiri, yang akan disambungkan dengan area lainnya,” jelas Andi.
Selain perbaikan fisik, Disbudpar juga mempersiapkan berbagai aspek lain untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung. Salah satunya adalah rencana penerapan sistem tiket otomatis di pintu masuk kawasan ekowisata mangrove. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan kawasan secara lebih tertib dan efisien.
Namun, Andi menambahkan bahwa penerapan sistem otomatis ini belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena masih memerlukan aturan pendukung dan pemeliharaan khusus. “Kami masih akan mendiskusikan penerapan sistem otomatis, karena membutuhkan regulasi tambahan dan pemeliharaan,” katanya.
Penerapan sistem tiket otomatis ini nantinya diharapkan tidak hanya mempermudah akses pengunjung, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui kunjungan wisata yang lebih terkontrol. Andi juga menyatakan bahwa Disbudpar akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan regulasi yang sesuai dengan kondisi lapangan.
“Setelah koordinasi selesai, kami akan buatkan aturan yang sesuai. Kami berharap pengunjung akan mendapatkan pengalaman yang lebih baik di kawasan ekowisata ini,” pungkasnya. (adv/diskominfoppu)





