Insightkaltim.com, PENAJAM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program yang meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah. Salah satunya adalah lomba bank sampah yang rutin diadakan setiap tahun di Benuo Taka.
Kepala DLH Kabupaten PPU, Safwana, menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan untuk mendorong bank sampah unit agar memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah. “Lomba bank sampah terus-menerus akan kami lakukan. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Safwana dalam podcast bersama KPFM, baru-baru ini.
Inovasi yang Mendapat Pengakuan Nasional
Pada tahun 2023, lomba bank sampah ini menjadi bagian dari inovasi yang melibatkan Seratus Bank Sampah Unit dan Gerakan Sedekah Sampah (Serbu Gass). Inovasi ini berhasil masuk dalam lima besar lomba inovasi nasional kategori replika pada tahun 2022. “Kami sangat bangga dengan pencapaian ini dan akan terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program-program ini,” tambah Safwana.
Peningkatan Jumlah Bank Sampah di PPU
Safwana mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat PPU dalam mengelola sampah semakin meningkat, terbukti dengan jumlah bank sampah unit yang terus bertambah. Saat ini, sudah ada 190 bank sampah unit yang tersebar di seluruh Kabupaten PPU. “Baru-baru ini ada bank sampah unit yang diresmikan di Girimukti dan ada juga yang di Kecamatan Sepaku,” ujar Safwana.
Program Lomba Bank Sampah 2025
Ke depannya, DLH PPU telah merancang program lomba bank sampah untuk tahun 2025. Lomba tersebut akan mencakup beberapa kategori, di antaranya kategori best of the best, yang diikuti oleh bank sampah unit yang sudah pernah menang pada lomba sebelumnya. Selain itu, DLH juga melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan sekolah-sekolah dalam lomba ini.
Safwana menambahkan bahwa lomba bank sampah mendapat respons positif dari masyarakat, yang kini semakin menyadari manfaat keberadaan bank sampah unit. Program ini juga berperan penting dalam mengurangi sampah rumah tangga dan mengefisienkan proses pemilahan sampah sehingga dapat menghasilkan produk bernilai ekonomis.
“Semakin banyak bank sampah unit yang berperan aktif di masyarakat, semakin besar manfaat yang diterima, baik dari segi kebersihan maupun ekonomi,” pungkas Safwana.(adv/kominfoppu)





