Insightkaltim.com, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah serius menangani masalah sampah di Benuo Taka dengan merencanakan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) untuk mengantisipasi penumpukan sampah yang semakin meningkat setiap tahun.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PPU, Safwana, menyatakan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan perhatian lebih mengingat volume sampah yang terus bertambah. Saat ini, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung sudah hampir penuh, dengan diperkirakan akan mencapai kapasitas maksimal dalam dua tahun ke depan. Oleh karena itu, pembangunan TPST menjadi prioritas untuk mengatasi permasalahan ini.
“Kami perkirakan sekitar dua tahun lagi TPA Buluminung akan penuh, sehingga kami mengupayakan pembangunan TPST sebagai solusi jangka panjang,” ungkap Safwana.
Menurutnya, usulan pembangunan TPST telah disampaikan kepada pemerintah pusat dan akan didanai melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Rencana ini merupakan bagian dari program-program jangka panjang untuk pengelolaan sampah yang lebih efektif,” tambahnya.
TPST yang akan dibangun di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, akan menjadi fasilitas penting untuk pemilahan dan pengolahan sampah, guna mengurangi tumpukan sampah di TPA Buluminung. TPA tersebut sudah beroperasi sejak 2010, dan zona dua mulai difungsikan pada 2019. Namun, tanpa sistem pengelolaan yang memadai, sampah terus menumpuk dan membutuhkan fasilitas pendukung untuk penguraiannya.
Safwana menjelaskan bahwa rencana induk pengelolaan sampah kini telah memasuki tahap perancangan Detail Engineering Design (DED) dan kajian kelayakan (Feasibility Study/FS). Dengan adanya TPST, diharapkan pengelolaan sampah di PPU dapat dilakukan secara lebih efisien dan terstruktur.
“Pembangunan TPST ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengurai persoalan persampahan di Kabupaten PPU,” tutup Safwana.(adv/kominfoppu)





