Ajang lari 5K Green Run 2026 yang diinisiasi SIT Ibnu Hajar akan digelar 25 April di Balikpapan Tennis Stadium, menghadirkan kampanye hidup sehat sekaligus edukasi pelestarian lingkungan dalam momentum Hari Bumi.
Insightkaltim.com, BALIKPAPAN – Peringatan Earth Day di Balikpapan tahun ini akan diramaikan dengan kegiatan Green Run 2026 yang diinisiasi oleh SIT Ibnu Hajar. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 April mendatang di Balikpapan Tennis Stadium, kawasan Balikpapan Selatan.

Ketua panitia, Dian Kurniasari, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pola hidup sehat melalui olahraga.
“Green Run menjadi bagian utama dari rangkaian peringatan Hari Bumi yang kami selenggarakan. Tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pelibatan masyarakat dalam isu lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep kegiatan dirancang lebih luas dengan menggabungkan unsur olahraga, edukasi, dan partisipasi publik. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengikuti lomba lari, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga bumi.

Dian menambahkan, kegiatan serupa sebelumnya pernah digelar pada 2019 di Dome Balikpapan dan mendapat respons positif dari masyarakat. Tahun ini, panitia optimistis jumlah peserta akan meningkat dengan jangkauan yang lebih luas, melibatkan guru dan pelajar se-Balikpapan.
Melalui lomba lari sejauh 5 kilometer, panitia menargetkan tumbuhnya kesadaran kolektif, khususnya di kalangan dunia pendidikan. Guru diharapkan menjadi teladan dalam perilaku ramah lingkungan, sementara pelajar berperan sebagai agen perubahan sejak usia dini.
Selain lomba lari, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan seremoni pembukaan, sesi pemanasan bersama, hingga berbagai kegiatan edukatif dan hiburan. Di lokasi acara, panitia turut menghadirkan bazar UMKM, kampanye peduli lingkungan, serta pameran karya siswa bertema keberlanjutan dan cinta bumi.
Ke depan, Green Run diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi mampu menumbuhkan kebiasaan positif yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Panitia menargetkan kegiatan ini dapat berkembang menjadi agenda rutin yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.(din)





