Insightkaltim.com, Malinau — Upaya peredaran narkotika di wilayah perbatasan Kalimantan Utara kembali digagalkan aparat gabungan. Satuan Tugas Intelijen Kodam VI/Mulawarman bersama Satresnarkoba Polres Malinau berhasil membongkar rencana distribusi sabu-sabu yang memanfaatkan jalur sungai sebagai akses penyelundupan, Kamis (19/2/2026).
Pengungkapan ini bermula dari laporan warga yang mencurigai aktivitas transaksi narkoba di sekitar kawasan pelabuhan speed lama, yang selama ini diduga menjadi titik rawan peredaran barang haram. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi cepat antara Dantim Satgas Intel Kodam VI/Mlw Lettu Ctp Muklisin dan Kasat Reskoba Polres Malinau Iptu Filiari Notari, S.Tr.K.
Sejak pagi hari, tim gabungan melakukan pemantauan intensif hingga akhirnya pada pukul 14.21 WITA, dua pria berinisial F dan I berhasil diamankan di Jalan Panembahan RT 02, Desa Malinau Kota. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita satu paket sabu seberat 22,64 gram yang disembunyikan di dalam kotak rokok dan kardus kopi.
Selain narkotika, aparat juga mengamankan satu unit perahu bermesin 15 PK serta dua jerigen berkapasitas 20 liter yang diduga digunakan sebagai sarana mobilitas melalui jalur perairan. Berdasarkan pemeriksaan awal, sabu tersebut rencananya akan diedarkan ke wilayah Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan.
Ironisnya, kedua pelaku diketahui merupakan residivis kasus narkoba yang kembali terlibat dalam jaringan peredaran gelap. Kini, seluruh barang bukti bersama pelaku telah diamankan di Polres Malinau guna proses hukum lebih lanjut.
Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, menegaskan bahwa keberhasilan ini mencerminkan kesigapan aparat dalam menutup celah peredaran narkoba, khususnya di wilayah perbatasan dan jalur sungai.
“Sinergi yang kuat antara TNI dan Polri menjadi kunci dalam memutus mata rantai peredaran narkotika. Wilayah perairan yang selama ini rawan dimanfaatkan akan terus kami awasi secara ketat,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pangdam VI/Mulawarman turut memberikan apresiasi atas kinerja cepat dan terukur di lapangan. Ke depan, penguatan patroli dan pengawasan terpadu akan terus ditingkatkan, seiring ajakan kepada masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan Kalimantan Utara yang bersih dari narkoba serta aman bagi seluruh lapisan masyarakat.(din)





