Insightkaltim.com, Samarinda – Dukungan terhadap pendidikan inklusif terus mengalir. Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur mengambil peran aktif dalam memperkuat ekosistem belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda melalui Program SAPA (Sahabat Aksi Peduli Anak), Rabu (4/2/2026).
Kunjungan yang berlangsung di aula sekolah, Jalan Untung Suropati, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang ini menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi sosial dalam mendukung anak-anak dari keluarga rentan agar mendapatkan pendidikan yang layak, bermutu, dan berkelanjutan.
Sekolah Rakyat sendiri merupakan program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto sebagai solusi memutus mata rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan. Seluruh kebutuhan siswa ditanggung negara, mulai dari biaya sekolah, asrama, konsumsi, hingga perlengkapan belajar berbasis teknologi. Peserta didik berasal dari keluarga desil 1 dan 2 yang tergolong miskin dan miskin ekstrem.
Ketua IPPRISIA Kalimantan Timur, Marliana Wahyuningrum, menjelaskan bahwa Program SAPA dirancang sebagai penguat pembelajaran di luar kelas. Fokusnya tidak hanya pada pendampingan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, motivasi, dan kepercayaan diri anak.
“Pendekatan yang kami bawa bersifat humanis dan ramah anak. SAPA hadir sebagai sahabat belajar, membantu anak mengatasi kesulitan akademik sekaligus menumbuhkan semangat dan harapan mereka,” tuturnya.
IPPRISIA juga menghadirkan Master Trainer Endro S. Efendi, yang memberikan pendampingan mental bagi guru, wali asuh, tenaga kependidikan, serta murid. Program ini menekankan penguatan kesadaran diri, resiliensi, dan kesiapan psikologis dalam proses pendidikan, dikemas melalui metode pelatihan interaktif dan permainan edukatif.
Tak hanya menyentuh aspek psikologis dan karakter, IPPRISIA Kaltim turut menyiapkan program pendampingan kewirausahaan sebagai bekal kemandirian di masa depan. Pendamping UMKM IPPRISIA Kaltim, Taufiq, menyatakan kesiapannya untuk mendampingi siswa dan guru dalam membangun keterampilan usaha yang aplikatif dan berorientasi pada kemandirian ekonomi.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan lintas sektor. Hadir Kabid Perlindungan Anak DP2PA Kota Samarinda Sahidin, Kepala UPTD PPA Violeta, serta perwakilan Unit PPA Polresta Samarinda Okky, yang menyatakan komitmen kolaborasi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Kepala SRT 57 Samarinda, Pahrijal, S.Pd, menyambut antusias program yang ditawarkan IPPRISIA. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi penguat strategis bagi sekolah dalam membentuk karakter, ketahanan mental, serta kemandirian peserta didik.
“Kami optimistis sinergi ini akan memperkaya ekosistem pendidikan di Sekolah Rakyat, sekaligus mempercepat lahirnya generasi yang tangguh, berdaya, dan berkarakter,” ucapnya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda mulai beroperasi sejak September 2025 dan resmi menjadi bagian dari 166 Sekolah Rakyat nasional pada Januari 2026. Dengan konsep pendidikan berasrama gratis, fasilitas laboratorium, serta pembelajaran berbasis teknologi, sekolah ini diharapkan mampu menjadi lokomotif perubahan sosial bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kalimantan Timur.(dal)





