Insightkaltim.com, Samarinda – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempercepat pemerataan akses digital mulai menunjukkan hasil nyata. Program penyediaan internet gratis kini telah menjangkau 802 desa, melampaui target awal yang ditetapkan pada 2025, sekaligus menandai langkah penting dalam menutup jurang konektivitas antarwilayah.
Capaian tersebut menempatkan Kaltim semakin dekat pada target penuh 841 desa. Saat ini, hanya tersisa 39 desa yang masih dalam proses penyelesaian teknis sebelum seluruh wilayah desa terhubung layanan internet gratis.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan bahwa akses internet menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas layanan publik, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat desa.
“Internet bukan lagi kebutuhan tambahan, tetapi infrastruktur dasar agar masyarakat di pelosok memiliki peluang yang sama dengan wilayah perkotaan,” ungkapnya kepada awak media, belum lama ini.
Program ini didukung alokasi anggaran Rp9,2 miliar, dengan tingkat realisasi mencapai 95,56 persen sepanjang tahun lalu. Tingginya serapan anggaran mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital hingga ke tingkat desa.
Namun demikian, tantangan di lapangan masih dihadapi, khususnya terkait ketersediaan energi. Tercatat 125 desa belum menikmati listrik selama 24 jam, sehingga operasional jaringan internet masih bergantung pada genset maupun sumber energi alternatif.
Memasuki tahun 2026, Pemprov Kaltim akan melakukan penyesuaian strategi seiring kebijakan efisiensi anggaran. Pengembangan internet gratis tidak lagi bersifat menyeluruh, tetapi akan difokuskan secara selektif ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Wilayah yang menjadi prioritas antara lain Berau, Kutai Timur, Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Paser, yang dinilai masih membutuhkan dukungan konektivitas digital untuk mendorong pelayanan dasar dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Efisiensi anggaran dilakukan dengan tetap menjaga esensi pelayanan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil,” tegas Faisal.
Dengan perluasan akses internet ini, Pemprov Kaltim berharap desa-desa di pelosok tidak lagi tertinggal dalam arus informasi, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai penggerak kemajuan daerah.(dis)





