Insightkaltim.com, Mahakam Ulu, — Wilayah perbatasan Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan, kali ini lewat kunjungan kerja terpadu oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud, dan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha. Kunjungan ini bertujuan meninjau kesiapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada serta mengecek langsung rencana pembangunan Markas Komando (Mako) Polres Mahakam Ulu.
Dalam agenda padat tersebut, rombongan mengawali peninjauan di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS), yakni TPS 02 BPU Kampung Ujoh Bilang dan TPS 08 di Kantor Desa Ujoh Bilang. Kesiapan personel dan logistik menjadi fokus utama peninjauan, mengingat pentingnya menjaga netralitas dan kelancaran PSU.
“Kami pastikan seluruh aspek teknis berjalan optimal dan aman. Kehadiran kami juga sebagai bentuk dukungan langsung kepada petugas di lapangan,” ujar Irjen Pol Endar.
Rombongan juga memberikan tali asih kepada petugas TPS sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
Selain agenda pemilu, kunjungan ini sekaligus menjadi momentum strategis meninjau lokasi pembangunan Mako Polres Mahulu yang direncanakan berdiri di Jalan Sebenak, Kampung Ujoh Bilang. Kapolres Mahulu AKBP Eko Alamsyah menyampaikan langsung paparan rencana pembangunan kepada jajaran pimpinan.
Kapolda Kaltim menegaskan pentingnya keberadaan Mako Polres di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut. “Kehadiran infrastruktur kepolisian permanen sangat krusial untuk memperkuat sistem keamanan, khususnya di kawasan perbatasan yang strategis,” jelasnya.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan bahwa Pemprov telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk pembangunan di Mahulu, termasuk Mako Polres. “Kami juga fokus pada pembangunan jalan akses Long Apari ke perbatasan Malaysia demi mempercepat konektivitas dan pengamanan wilayah,” ucapnya.
Sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI ini disebut sebagai kunci dalam memperkuat stabilitas dan mempercepat pembangunan di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).(hms/din)





