Insightkaltim.com, SAMARINDA – Penyakit metabolik, yang sering kali menyerang usia lanjut, kini banyak dialami oleh generasi muda. Sindrom metabolik, yang melibatkan beberapa masalah kesehatan sekaligus, menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama disebabkan oleh pola hidup yang kurang sehat, baik dari segi aktivitas fisik maupun pola makan. Menyikapi fenomena ini, Anggota DPRD Kaltim yang juga seorang dokter, Andi Satya Adi Saputra, mengajak masyarakat untuk lebih aktif bergerak dan menghindari kebiasaan malas (mager).
Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 yang jatuh pada 12 November 2024, Andi Satya menekankan pentingnya menjaga kesehatan dengan pola hidup bersih dan sehat, sesuai dengan tema “Gerak Bersama, Sehat Bersama.”
Sindrom metabolik, yang melibatkan beberapa masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, dan gangguan kolesterol, semakin sering dijumpai pada usia muda. Kondisi ini meningkatkan risiko berkembangnya penyakit serius lainnya, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.
“Penyakit metabolik kini banyak menyerang generasi muda. Ini akibat dari pola hidup yang tidak sehat—kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi makanan tinggi gula. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif bergerak dan menghindari kebiasaan mager,” ujar Andi Satya.
Andi Satya mengingatkan, dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih aktif, banyak penyakit dapat dicegah. Salah satunya dengan menjaga pola makan, seperti mengurangi konsumsi makanan manis dan menghindari makanan yang mengandung gula berlebihan. Selain itu, penting untuk melibatkan diri dalam aktivitas fisik secara rutin, meskipun hanya dalam waktu singkat setiap harinya.
“Ayo, jangan mager. Dengan bergerak aktif, kita bisa menjaga kesehatan. Penyakit metabolik di usia muda meningkat karena gaya hidup yang tidak sehat dan konsumsi makanan manis. Mari kita jaga kesehatan diri dan keluarga,” tutup Andi.(adv/dprdkaltim)





