
Insightkaltim.com, SANGATTA – Warga Kenyamukan, Kutai Timur, masih menghadapi kendala akses air bersih karena belum tersedianya jaringan PDAM di wilayah tersebut. Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menegaskan bahwa penyediaan air bersih serta perbaikan dermaga Kenyamukan menjadi prioritas utama yang terus didorong oleh pemerintah daerah.
Jimmi menjelaskan bahwa proyek pemasangan jaringan air bersih di Kenyamukan sudah masuk dalam agenda Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui bidang cipta karya, dan jaringan ini akan dipasang bersamaan dengan pipa yang menuju ke pelabuhan Kenyamukan.
“Dinas PU sudah memiliki rencana. Nanti, jaringan air bersih akan dipasang bersamaan dengan pipa yang mengarah ke pelabuhan Kenyamukan, sehingga masyarakat bisa segera mendapatkan akses air bersih,” ujar Jimmi saat ditemui awak media, Selasa (5/11/2024).
Selain persoalan air bersih, Jimmi juga menyoroti kondisi dermaga Kenyamukan yang kerap terganggu oleh sedimentasi. Saat air surut, proses bongkar muat barang di dermaga menjadi sulit dan menghambat aktivitas kapal.
“Kondisi dermaga saat ini tidak ideal, terutama ketika air laut surut. Sedimentasi yang terjadi menghambat proses bongkar muat,” ungkapnya.
Jimmi berharap agar pemerintah provinsi dapat mendukung upaya perbaikan dermaga Kenyamukan, sehingga aktivitas kapal di sana bisa berjalan lancar tanpa bergantung pada pasang surut air laut.
“Kami berharap pemerintah provinsi turut membantu memperbaiki dermaga agar lebih representatif dan bisa beroperasi optimal dalam segala kondisi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Jimmi menegaskan bahwa dermaga yang memadai sangat krusial untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Kenyamukan. DPRD Kutim, kata Jimmi, akan terus mendorong pembangunan infrastruktur ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami akan terus memperjuangkan agar masalah ini cepat dituntaskan. Dermaga yang baik dan akses air bersih adalah kebutuhan dasar yang mendesak bagi warga Kenyamukan,” tutupnya.(adv/dprdkutim)





