
Insightkaltim.com, SANGATTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) menaruh perhatian serius pada peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah terpencil. Anggota DPRD Kutim, Syaiful Bakhri, menegaskan bahwa upaya ini menjadi prioritas demi menciptakan proses belajar-mengajar yang lebih baik di daerah terluar Kutai Timur.
“Pendidikan adalah hal yang sangat penting. Kami sudah memiliki standar sarana dan prasarana (sapras) yang perlu dipenuhi, dan beberapa sekolah di Kutai Timur mulai memenuhi standar tersebut,” ujar Syaiful, Senin (4/11).
Meski demikian, Syaiful mengakui bahwa masih terdapat tantangan di sejumlah kecamatan yang belum memiliki fasilitas pendidikan yang memadai. Dengan total 18 kecamatan di Kutai Timur, beberapa wilayah membutuhkan dukungan lebih untuk memenuhi standar pendidikan yang layak.
Selain soal fasilitas, ia juga menyoroti kekurangan tenaga pengajar di daerah terpencil. Banyak guru di wilayah-wilayah tersebut masih berstatus honorer, yang menurutnya perlu perhatian khusus.
“Kita masih kekurangan tenaga pendidik berstatus pegawai negeri. Di banyak sekolah, mayoritas guru masih berstatus honorer,” ungkap Anggota Komisi D tersebut.
DPRD Kutim, lanjut Syaiful, telah mengusulkan agar tenaga pengajar honorer bisa ditingkatkan statusnya menjadi Tenaga Kontrak Daerah (TK2D) guna meningkatkan kesejahteraan guru-guru yang bekerja di daerah terpencil. Program ini diharapkan memberikan motivasi dan dukungan bagi tenaga pengajar yang sudah berjuang keras di wilayah-wilayah sulit dijangkau.
“Ke depannya, mereka juga akan berkesempatan mengikuti tes Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi pegawai tetap. Langkah ini penting untuk memastikan kualitas pendidikan, terutama di wilayah terpencil,” tambahnya.
DPRD Kutim berkomitmen untuk bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kutim dalam memonitor kebutuhan fasilitas dan tenaga pendidik di seluruh sekolah.
“Harapan kami, setiap sekolah di Kutai Timur memiliki fasilitas memadai dan tenaga pengajar cukup, sehingga anak-anak di daerah terpencil bisa merasakan pendidikan yang berkualitas,” tutup Syaiful.(adv/dprdpenajam)





