Insightkaltim.com, **SANGATTA –** Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang dikenal sebagai pusat pertambangan kini mulai menunjukkan potensinya sebagai wilayah agribisnis yang menjanjikan. Meskipun tambang batubara, seperti yang dikelola oleh raksasa Kaltim Prima Coal (KPC), masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah, agribisnis mulai mencuri perhatian dan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat.
Faizal Rachman, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, mengungkapkan bahwa masyarakat yang terlibat dalam agribisnis mulai menikmati hasil dari kerja keras mereka. “Banyak petani yang kini merasakan peningkatan pendapatan dari hasil pertanian mereka. Ini tentunya menjadi angin segar bagi perekonomian lokal,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kutim, Kamis (01/08/2024).
Faizal menekankan, suksesnya sektor agribisnis ini tidak lepas dari upaya gigih masyarakat dalam mengelola lahan pertanian mereka. Beberapa petani bahkan berencana memperluas lahan mereka hingga mencapai 10 hektar setelah melihat hasil yang memuaskan dalam empat tahun terakhir.
“Selain menghasilkan keuntungan, agribisnis menawarkan stabilitas ekonomi yang lebih berkelanjutan dibandingkan sektor tambang. Ini adalah peluang jangka panjang yang bisa diandalkan,” tambahnya.
Dalam pandangan Faizal, pemerintah daerah memainkan peran krusial dalam mempercepat pengembangan agribisnis di Kutim. Akses terhadap modal dan teknologi menjadi kunci utama bagi kemajuan para petani. “Pemerintah harus terus mendorong dan memfasilitasi petani agar mereka bisa berkembang lebih cepat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur yang mendukung distribusi hasil pertanian. “Dengan infrastruktur yang memadai, para petani bisa memasarkan hasil pertanian mereka dengan lebih efisien, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya.
Faizal berharap agar potensi agribisnis di Kutim dapat dimaksimalkan sehingga kesejahteraan masyarakat terus meningkat. “Kami optimistis, agribisnis akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan Kutim yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.(adv/dprdkutim)





