Insightkaltim.com, **SANGATTA—** Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Yan, mengumumkan hasil evaluasi usulan masyarakat yang dikumpulkan sepanjang tahun 2024. Dari total 177 usulan, 33 di antaranya ditolak, namun lebih dari 140 usulan telah diterima dan siap diimplementasikan.
“Punya saya 177 murni di 2025, nah yang kudengar tadi sama staf itu ada 33 usulan saya yang tidak diterima. Saya masih ada 140 lebih lagi yang akan diterima, yah saya kira ini masih cukup terwakili, masih banyak,” ujar Yan saat ditemui rekan media di DPRD Kutim.
Yan menjelaskan bahwa usulan-usulan yang diterima mencakup berbagai sektor, seperti infrastruktur, pertanian, perkebunan, serta kegiatan karang taruna dan lembaga-lembaga di desa-desa. Ia menekankan bahwa infrastruktur menjadi prioritas utama, khususnya jalan usaha tani dan semenisasi di dalam desa.
“Dari usulan 140 lebih yang diterima itu bervariasi, infrastruktur, pertanian, perkebunan, karang taruna, dan lembaga-lembaga. Setiap desa itu berbeda-beda,” jelasnya.
Ia juga menyatakan bahwa hampir semua desa di daerah pemilihannya mengusulkan semenisasi, dan permintaan tersebut telah diakomodir oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
“Dari sekian usulan yang dianggap paling urgen adalah infrastruktur, ada di jalan usaha tani, ada juga semenisasi di dalam desa. Hampir semua desa di dapil saya mengusulkan dan sudah diakomodir oleh Bappeda,” katanya.
Namun, Yan mencatat bahwa beberapa usulan terkait ternak tidak banyak diakomodir karena dianggap belum mendesak. Ia berharap lebih banyak usulan masyarakat dapat diterima dan diimplementasikan di masa mendatang.
“Kalau saya dengar ini, masalah yang paling banyak diakomodir itu terkait masalah ternak, karena dianggap belum begitu urgen,” tambahnya.
Yan berkomitmen untuk terus turun ke lapangan mendengar langsung aspirasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa program yang ada merupakan hasil dari aspirasi masyarakat, bukan program pribadi.
“Di periode selanjutnya, saya tidak punya program. Program itu ada pada masyarakat. Kami hanya turun menemui dan mendengar apa yang menjadi keinginan masyarakat,” jelasnya.
Dengan lebih dari 140 usulan yang siap diimplementasikan, masyarakat Kutai Timur dapat menantikan berbagai perbaikan dan perkembangan di berbagai sektor di tahun mendatang.(adv/dprdkutim)





