Insightkaltim.com, PENAJAM– Menggambarkan perayaan hari jadi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang ke-22, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Wakidi, menyoroti pencapaian pendidikan yang merata di wilayah tersebut. Meskipun demikian, menurutnya, masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal prestasi.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menekankan bahwa pembangunan sarana dan prasarana pendidikan masih terus berlangsung. Meski telah ada kemajuan, tantangan seperti ruang belajar yang sudah usang atau tua menjadi fokus perhatian yang mendesak. Wakidi menyatakan bahwa pemerintah daerah harus mengambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki situasi ini demi memastikan kualitas pendidikan yang optimal bagi seluruh masyarakat PPU.
Menyoroti pembangunan Sekolah Dasar (SD) 026 Penajam yang terhambat, Wakidi menegaskan pentingnya penyelesaian proyek ini tepat waktu. Dia juga mempertimbangkan perbaikan atau relokasi untuk sekolah-sekolah lain di PPU yang mungkin mengalami masalah serupa atau bahkan lebih parah. Menurutnya, pendidikan adalah fondasi bagi kemajuan sebuah daerah, dan semua pihak harus berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki akses yang setara dan kualitas pendidikan yang layak.
Peresmian pembangunan SD 026 Penajam oleh Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun, menjadi titik sorot. Meski masih dalam proses, Marbun menegaskan pentingnya agar para siswa tidak lagi menumpang di SD 003 Penajam untuk proses pembelajaran yang tidak optimal. Dia berjanji untuk memastikan bahwa setiap sekolah memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung pembelajaran yang efektif dan nyaman bagi siswa.
Komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di PPU menjadi semakin kuat dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat itu sendiri. Wakidi menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan membawa manfaat besar bagi kemajuan dan kesejahteraan PPU secara keseluruhan. (adv/dprdpenajam)





